Fakta Menarik! Inilah Sejarah Mesin Ketik untuk Menyusun Naskah Proklamasi yang Digunakan Sayuti Melik

- 17 Maret 2022, 14:00 WIB
Illustasi : Sejarah Mesin Ketik untuk Menyusun Naskah Proklamasi yang Digunakan Sayuti Melik
Illustasi : Sejarah Mesin Ketik untuk Menyusun Naskah Proklamasi yang Digunakan Sayuti Melik / Pixabay.com /


PANGANDARAN TALK - Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi momentum paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia.

Dimana Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ir Soekarno sebagai penanda bahwa bangsa Indonesia sudah merdeka.

Ir Soekarno sebagai presiden pertama Indonesia dengan didampingi Wakil Presiden Mohammad Hatta, membacakan teks Proklamasi kemerdekaan pada hari Jumat pukul 10.00 WIB.

Lokasi pembacaan teks proklamasi dilakukan di lapangan Ikada, yang kini dijadikan area pembangunan Monumen Nasional atau Monas, jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Baca Juga: 4 Perbedaan Naskah Teks Proklamasi Ketikan Sayuti Melik dan Tulisan Tangan Soekarno

Banyak fakta menarik saat proses pembuatan naskah teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir Soekarno tersebut.

Salah satunya yakni mesin ketik yang digunakan oleh Sayuti Melik untuk mengetik teks proklamasi kemerdekaan itu.

Seperti diketahui, Sayuti Melik yang bernama asli Mohamad Ibnu Sayuti (22 November 1908 – 27 Februari 1989).

Tercatat dalam sejarah sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sayuti Melik adalah suami dari Soerastri Karma Trimurti, seorang wartawati dan aktivis perempuan pada masa pergerakan dan zaman setelah kemerdekaan.  

Baca Juga: Cek Fakta! Benarkah Operasi dan Pijat Tidak Menyembuhkan Patah Tulang? Simak Penjelasan dr. Arul Qien

Dikutip PangandaranTalk.com dari laman resmi Kemendikbud RI, Kamis (17/3/2022), dalam mengetik naskah proklamasi tersebut, Sayuti Melik menggunakan mesin ketik buatan Jerman, pinjaman dari Kolonel Kandeler komandan Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) .

Kolonel Kandeler berkantor di Gedung KPM (sekarang gedung Pertamina), di Koningsplein (Medan Merdeka Timur).

Sementara, Soekarno, Hatta, dan rombongan penyusun naskah proklamasi pada saat itu berkumpul di rumah Laksamana Tadashi Maeda.

Namun, di rumah Laksamana Tadashi Maeda hanya tersedia mesin ketik dengan huruf kanji (Jepang).

Akhirnya Satsuki Mishima, seorang sekretaris urusan rumah tangga di rumah Maeda kemudian berinisiatif meminjam mesin ketik tersebut ke Kolonel Kandeler.

Kemudian Sayuti Melik pun merangkai susunan kata teks proklamasi kemerdekaan RI, yang kemudian dibacakan oleh Presiden RI Ir Soekarno.

Demikian sekilas tentang sisi lain dari kisah perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia, semoga menambah wawasan bagi Anda.***

Editor: Fikri Mahendra

Sumber: Kemendikbud RI


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah