Obat Oral Eksperimental Merck 'Molnupiravir' Bisa Kurangi Risiko Kematian akibat Covid-19

- 1 Oktober 2021, 18:15 WIB
Pil pengobatan COVID-19 eksperimental yang disebut molnupiravir sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP, terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters 17 Mei 2021.
Pil pengobatan COVID-19 eksperimental yang disebut molnupiravir sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP, terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters 17 Mei 2021. /Merck & Co Inc/Handout via REUTERS

PR PANGANDARAN - Berdasarkan hasil uji klinis sementara yang diumumkan, obat oral eksperimental Merck untuk Covid-19, molnupiravir bisa mengurangi sekira 50 persen kemungkinan rawat inap.

Tak hanya itu, obat oral dari Merck ini juga bisa mengurangi risiko kematian bagi pasien Covid-19 yang memiliki penyakit parah.

Merck dan mitranya Ridgeback Biotherapeutics berencana untuk mencari otorisasi penggunaan darurat AS untuk pil Covid-19 sesegera mungkin dan untuk mengajukan aplikasi ke badan pengatur di seluruh dunia.

Baca Juga: Link Nonton Ikatan Cinta Jumat 1 Oktober 2021: Aldebaran Siap Tangkap Iqbal, Irvan Kunjungi Makam Sofia

Karena hasil positif, uji coba Fase 3 dihentikan lebih awal atas rekomendasi pemantau luar.

“Ini akan mengubah dialog seputar cara mengelola Covid-19,” Robert Davis, CEO Merck, mengatakan kepada Reuters yang dikutip PikiranRakyat-Pangandaran.com.

Jika diizinkan, molnupiravir, yang dirancang untuk memasukkan kesalahan ke dalam kode genetik virus, akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk Covid-19.

Baca Juga: Ketakutan Terbesar Tiap Zodiak: Leo Takut Dilupakan, Libra Takut Salah Buat Keputusan

Saingan termasuk Pfizer dan farmasi Swiss Roche Holding AG berlomba untuk mengembangkan pil antivirus yang mudah digunakan untuk Covid-19 tetapi sejauh ini, hanya koktail antibodi - yang harus diberikan secara intravena - disetujui untuk merawat pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit.

Halaman:

Editor: Nur Annisa

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah