Blokir TikTok untuk Keempat Kalinya, Pakistan Nilai Konten Ini Selalu Muncul

- 22 Juli 2021, 12:45 WIB
Pakistan untuk keempat kali kembali blokir TikTok karena menilai konten ini selalu muncul dalam aplikasi buatan China itu.
Pakistan untuk keempat kali kembali blokir TikTok karena menilai konten ini selalu muncul dalam aplikasi buatan China itu. /Freepik

PR PANGANDARAN - Pakistan melalui regulator telekomunikasi baru-baru ini melaporkan untuk keempat kali kembali blokir aplikasi berbagi video TikTok, tepatnya karena temuan konten yang tidak pantas.

Namun begitu, TikTok sebagai pihak yang kena blokir telah melakukan serangkaian serangan hukum dengan aktivis agama dan pihak berwenang di negara Muslim konservatif itu, tetapi tetap ditutup selama dua hari awal bulan ini atas perintah pengadilan provinsi.

Bahkan, aksi Pakistan yang blokir TikTok ini mendapat kecaman dari pendukung kebebasan berbicara, karena negara itu telah lama melakukan penyensoran dan kontrol terhadap internet dan media.

Baca Juga: Wirang Birawa Singgung Artis ‘Ngonten’ Kurban Berseri, Raffi Ahmad hingga Irfan Hakim Ikut Terseret

"Tindakan telah diambil karena adanya konten yang tidak pantas terus-menerus di platform dan kegagalannya untuk menghapus konten tersebut," kata otoritas telekomunikasi dalam sebuah pernyataan.

Sedangkan seorang perwakilan TikTok lokal tidak segera berkomentar.

Diketahui, TikTok telah memiliki basis penggemar yang besar di Pakistan, di mana banyak orang menggunakannya untuk memasarkan dan menjual barang secara online.

Hanya saja, para pengkritik di negara Muslim yang sangat konservatif itu mengatakan bahwa TikTok mempromosikan konten vulgar dan LGBTQ.

Baca Juga: Tentara Wanita Arab Saudi Kini Ikut Jaga Keamanan Jemaah Haji di Mekkah dan Madinah

Pada bulan Juni, TikTok mengatakan telah menghapus lebih dari enam juta video yang tersedia untuk pengguna Pakistan hanya dalam tiga bulan setelah keluhan dari pejabat dan pengguna biasa.

Halaman:

Editor: Khairunnisa Fauzatul A

Sumber: NDTV


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X