dr Zaidul Akbar: Terlalu Banyak Makan Dapat Membuat Keimanan Seseorang Melemah

6 April 2022, 17:00 WIB
Simak Penjelasan dr Zaidul Akbar Soal Kaitan Antara Iman, Puasa, dan Makan /Youtube/Tangkap Layar dr. Zaidul Akbar Official.

PANGANDARAN TALK – Ahli pengobatan herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan bahwa salah satu penyebab lemahnya iman adalah banyak makan.

Dalam Islam iman mempunyai tingkatannya tersendiri, bisa kuat dan bisa juga lemah.

Ada beberapa hal yang jadi penyebab lemahnya iman seseorang, di antaranya:

  • Terlalu sibuk mengurusi harta benda, istri dan anak-anak.
  • Terlalu berlebihan-lebihan dalam masalah makan, tidur, berjaga pada waktu malam, berbicara dan bergaul.

Baca Juga: Terapi Psikologi ala dr Zaidul Akbar: Inilah Ayat Al Qur'an yang Berkaitan dengan Anxiety atau Kecemasan

  • Tenggelam dalam kesibukan duniawi, hingga menjadi hamba / budak dunia.
  • Lingkungan yang hanya membahas soal permasalahan duniawi

dr Zaidul Akbar menjelaskan, terlalu banyak makan dapat dipastikan membuat keimanan seseorang melemah.

Menurutnya, hal itu sangat berkaitan dengan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

"Dari sini sebenarnya kita dapat mengambil pemahaman bahwa salah satu kasih sayang Allah saat ramadhan adalah dengan menaikan iman kita di bulan ini, dengan cara diperintahkan berpuasa atau mengurangi makan atau waktu untuk makan," kata dr. Zaidul akbar seperti dikutip PangandaranTalk.com dari akun Instagram drZaidul Akbar, Rabu 4 Maret 2022.

Baca Juga: Dahsyat! Inilah 4 Fase Detoksifikasi Orang yang Berpuasa Ramadhan, Simak Penjelasan dr Zaidul Akbar

dr Zaidul Akbar juga menjelaskan bulan puasa ramadhan sebagai bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang muslim.

Memperbanyak ibadah dari bulan-bulan sebelumnya. Ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat.

"Dengan diwajibkannya orang beriman tidak makan ini maka sejatinya yang diinginkan dari puasa adalah memperbanyak 'makanan' untuk iman dan keyakinan, berupa amal sholeh,"katanya.

Lebih jauh dr Zaidul Akbar mengatakan hakikat puasa Ramadhan seorang muslim adalah untuk mengendalikan hawa nafsu, melatih kesabaran dan istiqamah dalam menaikan keimanan.

Baca Juga: LUAR BIASA, Puasa Bisa Jadi Solusi Atasi Kolesterol Tinggi, Begini Penjelasan dr.Zaidul Akbar

"Karena dengan berpuasa , kita belajar disiplin, belajar bertanggung jawab, belajar taat, belajar mengendalikan yang tak penting , belajar dermawan dan begitu banyak pelajaran dari berpuasa tadi dan sebagian besar hanya bisa dilakukan saat berpuasa atau mengosongkan perut.

Dan yang lebih utama adalah berpuasa memberi ruang dialog antara jiwa kita dan sang khalik, ruang dialog yang sengaja Allah SWT berikan agar jiwa tersebut bisa mengobrol lebih banyak, lebih intensif dengan pemiliknya yang dilakukan dalam kondisi berpuasa,"pungkas dr.Zaidul Akbar.***

Editor: Elang Ratna Sari

Sumber: Zaidul Akbar

Tags

Terkini

Terpopuler