Achmad Yurianto: Sekalipun Vaksin Sudah Diberikan, Kemungkinan Terpapar Covid-19 Masih Bisa Terjadi

21 Oktober 2020, 16:30 WIB
Ilustrasi vaksin covid-19. /Pixabay

PR PANGANDARAN - Achamd Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menjelaskan soal fungsi vaksin bagi masyarakat Indonesia.

Melalui siaran virtual dalam kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Yuri menyebut fungsi vaksin bukan membebaskan manusia dari Covid-19.

Akan tetapi, vaksin hanya bertugas memberikan kekebalan pada tubuh, sehingga saat terpapar mencegah seseorang jatuh sakit. 

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Hanya untuk Usia 18 Sampai 59 Tahun, Yuri Ungkap Alasan, Singgung 'Farmasi' Tiongkok

"Kita harus memahami bahwa vaksinasi bukan lini pertama dalam penanggulangan penyakit Covid-19, karena vaksinasi hanya memberikan perlindungan pada seseorang agar tidak jatuh sakit. Tetapi tidak melindungi kita dari paparan. Tidak melindungi kita dari virus," ujarnya.

Sehingga kata Yuri, protokol kesehatan masih menjadi lini pertama dalam pencegahan pandemi Covid-19.

Yuri berharap, jika masyarakat Indonesia menjalankan protokol kesehatan maka tidak akan mudah terpapar virus corona.

Baca Juga: Terima Orderan dan Diberi Golden Ticket dari Rossa, Driver Ojol: Allhamdulillah Terimakasih Teh Ocha

Oleh karena itu, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak masih menjadi prioritas utama guna menekan angka infeksi di Indonesia.

"Karena vaksin hanya memberikan kita kekebalan, sehingga saat terpapar virus corona tidak jatuh sakit.Sekalipun sudah diberi vaksin, kemungkinan terpapar masih bisa terjadi," tambahnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, Yuri berharap agar masyarakat Indonesia tetap menjalankan protokol kesehatan. Terutama menggunakan masker.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Foto Ayah Jokowi Berbaju Militer Lengkap dengan Lambang PKI, Tinjau Kebenarannya

"Vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir dari pandemi, tetapi menggunakan masker dan cuci tangan tetap harus dilakukan sekalipun masyarakat sudah diberi vaksin," jelasnya.

***

Editor: Ayunda Lintang Pratiwi

Sumber: YouTube

Tags

Terkini

Terpopuler