Jasad Driver Ojol Wanita yang Tewas Akibat Dijambret Ditahan, Pasukan Ojol: Lah Ini Bukan Corona!

- 9 Juni 2020, 14:41 WIB
Ribuan Ojol padati kamar mayat Dr Soetomo. foto: Julian
Ribuan Ojol padati kamar mayat Dr Soetomo. foto: Julian /

PR PANGANDARAN - Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya tewas usai dijambret pada Jumat, 5 Juni 2020.

Peristiwa penjambretan tiba-tiba terjadi, bahkan sempat menggegerkan warganet lantaran korbannya seorang perempuan yang berprofesi sebagai ojol.

Dilaporkan PortalSurabaya.com, Daru Adria (40) dijambret di kawasan Darmo Harapan, Kota Surabaya lalu meninggal pada Minggu, 7 Juni 2020.

Baca Juga: Ungkap Jeritan Hati Lewat Instagram, Azriel Minta Krisdayanti dan Raul Lemos Setop Sakiti Anang

Rekan-rekan driver ojol pun berdatangan ke RS dr. Soetomo sejak pukul 16.00 WIB, namun jenazahnya tak bisa dibawa untuk dimakamkan

Menurut para pengemudi ojol, jenazah rekannya tersebut ditahan pihak rumah sakit, diduga berkaitan dengan kasus Covid-19.

"Saya juga gak tahu persis bagaimana kondisi sebenarnya. Tapi beredar info jika mayat rekan kami gak bisa keluar, jika tidak dinyatakan terjangkit virus Covid-19," ujar Suryanto (35) salah seorang driver ojol yang ada di sana.

Baca Juga: Kisah Ajaib Kembar Dempet, Sempat Divonis 3 Hari, Kini Tumbuh Dewasa dan Kompak Ingin Jadi Dokter

"Lah, rekan saya ini korban jambret yang kritis dan meninggal. Bukan sakit karena virus," imbuhnya.

Artikel ini pernah tayang di PortalSurabaya.com dengan judul Rekannya Jadi Korban Jambret, Ribuan Driver Ojol Geruduk Kamar Mayat Karena Jasad Ditahan RS

Kebijakan itu membuat para pengemudi ojol berdatangan ke rumah sakit untuk mengawal jasad rekannya tersebut.

Baca Juga: 25 Tahun Berkarier, Dokter Bingung Temukan Kabel Charger Sepanjang 61 Cm dalam Kandung Kemih Pria

Ketika ditemui wartawan, petugas kamar mayat pun enggan memberi keterangan lebih lanjut.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, Daru (40) tergeletak dengan kondisi bersimbah darah yang mengalir dari kepala dan kendaraannya hancur di kawasan Darmo Harapan, Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Ia kemudian dilarikan ke RS PHC, namun dipindahkan ke RS dr. Soetomo karena tak memiliki biaya yang cukup untuk operasi.*** (Julian Romadhon/Portal Surabaya)

Editor: Ayunda Lintang Pratiwi

Sumber: Portal Surabaya


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x