WHO Lakukan Pertemuan Penting Minggu Ini, Bahas Soal Komposisi Pemutus Rantai Flu

- 22 September 2021, 17:50 WIB
Ilustrasi - WHO akan bertemu untuk bahas soal strain Flu.
Ilustrasi - WHO akan bertemu untuk bahas soal strain Flu. /Portal Jember PRMN/Pexels/Polina Tankilevitch

PR PANGANDARAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan penting minggu ini.

Hal ini dilakukan WHO untuk memutuskan strain flu lewat vaksinasi selama beberapa bulan mendatang.

Para ahli dari WHO akan menganalisis berbagai sampel influenza yang saat ini beredar dalam populasi global, sebelum menentukan komposisi flu jab tahun ini untuk belahan bumi selatan.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Fenomena Bulan Purnama 'Harvest Moon' Segera Hiasi Langit Bulan September

Ada empat jenis virus influenza, dua di antaranya terutama menginfeksi manusia.

Mereka terus bermutasi dan berkembang, yang berarti para ilmuwan dan produsen harus memperbarui vaksin flu mereka setiap tahun.

Diskusi WHO diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat 24 September, ketika pengumuman akan dijadikan informasi publik.

Baca Juga: Prediksi Keuangan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Minggu Ini: Uang Bisa Jadi Milik Kamu Hanya dengan Lakukan Ini

Ada kekhawatiran bahwa para ilmuwan akan tidak yakin dengan strumen flu yang dimasukkan ke dalam vaksin terbaru karena rendahnya jumlah influenza yang beredar karena penguncian Covid-19.

Namun, ada pula yang bersikeras bahwa ia memiliki cukup sampel untuk menilai.

"Ini benar, influenza beredar pada tingkat yang sangat rendah, tetapi kami memiliki sampel tentang apa yang beredar yang telah diajukan melalui sistem pengawasan dan respon influenza global (GISR)," kata juru bicara WHO.

Baca Juga: Wabah Salmonella Terdeteksi di Separuh Amerika Serikat, CDC Sebut Tak Ada Penyebab Pasti

"Strain yang saat ini beredar disarankan pada pertemuan komposisi vaksin," sambungnya.

Dr John McCauley, Direktur Pusat Influenza Dunia di Francis Crick Institute, mengatakan jumlah sampel yang diterima WHO tahun ini jauh lebih rendah.

"Jumlah sampel yang diterima (oleh WHO) telah lebih rendah tahun ini, tetapi jumlahnya masih cukup untuk bertanya apakah virus baru telah terlihat dan apakah Mereka (secara genetik) berbeda dari yang terlihat sebelumnya, misalnya pada awal 2020," ungkapnya.

Baca Juga: Viral TikTok, Seorang Pria Tidur di Samping Kuburan Istri hingga Netizen Sebut Cinta Mati Sampai Akhirat

Dikutip PikiranRakyat-Pangandaran.com dari Independent, diketahui ada jaringan global sekitar 160 laboratorium yang diakui di sekitar 130 negara yang melakukan pengawasan flu tersebut.

Inggris adalah rumah bagi empat lab ini, yang berbasis di London, Belfast, Glasgow dan Cardiff.

Laboratorium ini memantau aktivitas flu dan mengidentifikasi jenis virus dan subtipe dalam sampel klinis.

Beberapa laboratorium ini akan mereplikasi virus yang baru terdeteksi dan berbagi dengan enam yang berkolaborasi pusat untuk influenza.***

Editor: Nur Annisa

Sumber: Independent


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah