Anak Bungsu Bupati Garut Tak Lolos PPDB, Kepala Sekolah: Istrinya saat Daftar Tak Ada Obrolan Nitip

- 25 Juni 2020, 14:18 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan
Bupati Garut Rudy Gunawan /dok

PR PANGANDARAN - Bupati Garut, Rudy Gunawan membenarkan terkait kabar yang menyebut anak bungsunya tak lolos dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke SMAN 1 Garut.

Hal senada diungkap Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Asep Sudarso. Anak bupati itu mendaftar gelombang pertama jalur prestasi.

"Iya tidak lolos. Saat kemarin pengumuman saya juga baru tahu," tutur Asep di kantornya, Rabu 24 Juni 2020.

Baca Juga: Kejadian Langka, Jengah dengan Sikap Abai Sang Presiden, Hakim Brasil Tak Segan 'Hardik' Pemimpinnya

Kendati demikian, Asep mengatakan anak bungsu bupati masih mempunyai kesempatan untuk kembali mendaftar pada gelombang kedua.

Seperti yang direncakan sebelumnya, gelombang kedua PPDB akan digelar pada 25 Juni sampai 1 Juli mendatang.

Sistem zonasi merupakan pemberat seleksi dalam gelombang kedua PPDB ini. Bahkan pendafataran juga tidak dilakuka secara online.

Baca Juga: Usai Taklukkan Palestina, Israel Disebut akan Susun Rencana Besar Kuasai Suriah hingga Arab Saudi

"Jadi untuk gelombang kedua, daftarnya langsung ke sekolah," ucapnya.

Sementara itu, seiring mencuatnya kabar anak bungsu Bupati Garut tidak mendapat perlakuan istimewa ketika mendaftar PPDB, maka Asep dan warga mengacungi sikap Rudy Gunawan.

Artikel ini pernah tayang di Jurnalgarut.pikiran-rakyat.com dengan judul Daftar PPDB ke SMAN 1 Garut, Anak Bungsu Bupati Garut Tak Lolos

"Sikap bupati ini bisa jadi teladan bagi semua orang tua lain untuk tetap mengikuti aturan. Pak bupati bisa membedakan mana kepentingan pribadi dan masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Capai 3.000 Kasus Positif Covid-19 di Jawa Barat, Berikut Sebaran Angka Kematian, ODP dan PDP 

Tak lolosnya anak bupati juga menjadi bukti jika PPDB dilakukan sesuai aturan.

Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Garut, Aceng Mulyana, menyebut anak bupati tidak diterima ke SMAN 1 Garut, karena tidak dititipkan oleh kedua orang tuanya.

“Waktu daftar PPDB gelombang pertama itu, yang daftarnya itu ibu Diah (istri bupati). Saat itu mendaftar seperti orang tua yang lainnya, tidak ada obrolan menitip,” ujar Aceng.

Baca Juga: Fitur GoLife dan GoFoodFestival dalam Aplikasi GoJek Berlaku sampai 27 Juli, Bagaimana Nasib Mitra?

Menurutnya, anak bupati memiliki prestasi yang cukup bagus. Tetapi dalam PPDB gelombang pertama itu tidak lolos, karena tersisih dengan anak-anak pintar yang lain.***(Agung Julianto/Jurnal Garut)

Editor: Ayunda Lintang Pratiwi

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x