Sang Ayahanda Wafat Terpapar Covid-19, Ustaz Khalid Basalamah: Insya Allah Mati Syahid

10 Agustus 2020, 06:23 WIB
Ustadz Khalid Basalamah. //Youtube/i'm people

PR PANGANDARAN - Kabar duka menyelimuti dunia dakwah tanah air, ayahanda Ustaz Khalid Basalamah meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2020 lalu lantaran terpapar Covid-19.

Pernyataan itu diungap langsung oleh Ustaz Khalid sembari menjelaskan bahwa pemakaman sang ayah akan diselenggaran tertutup sesuai protokol Covid-19.

“Karena Covid-19, maka akan mengikuti prosedur, tidak bisa tidak,” kata Ustadz Khalid yang diunggah di akun Instagram Sahabatkhb seperti dikutip PikiranRakyat-Pangandaran.com.

Baca Juga: Jasadnya Ditemukan Mengenaskan dalam Perut Buaya, Bocah 14 Tahun Ini Ternyata Tewas Disambar Petir

Ustaz juga menambahkan, bahwa acara takziyah untuk sementara waktu tidak akan digelar, oleh karena itu hal-hal yang berkaitan piutang ia minta segera hubungi ahli waris.

"Yang jelas saya menitikberatkan mewakili ahli waris ataupun juga keluarga dan juga mengingatkan kepada teman-teman sekalian kematian bagi seorang Muslim adalah awal dari segalanya. Bukan akhir," kata Ustadz Khalid.

Sementara itu, ustaz jiga secara gamblang membeberkan soal perawatan jenazah sesuai protokol Covid-19.

Baca Juga: Diminta Netizen Ucapkan 'Istigfar Abis Makan' Gegara Habiskan Rp 50 Juta Hanya untuk Santap Mewah

Prosedur pertama akan dimandikan, dikafani dan disholati di rumah sakit.

“Kemudian tidak boleh ditunda, malam ini meninggal malam ini juga dimakamkan, maka saya akan mengimami sholat, bagi keluarga laki-laki yang mau datang silakan datang ke Rumah Sakit Wahidin (Sudirohusodo),” ujar Ustadz Khalid.

Kini, Jenazah KH Zeed Basalamah telah dikuburkan di pemakaman khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sulawesi.

Baca Juga: Jauh dari Jateng Emak-emak Ini Datangi Polisi Tasik: Anak Belajar Agama Disebut Teroris, Sakit Hati!

Di satu sisi, Ustadz Khalid dalam video yang beredar terlihat mengenakan masker dan face shield, namun ia tidak bisa masuk ke dalam area pemakaman untuk ikut memakamkan ayahnya.

"Ayah kami meninggal di hari Jumat dan kita tahu sama-sama hari Jumat adalah hari yang mulia, dan salah satu keutamaannya kalau meninggal hari Jumat akan selamat dari fitnah kubur,

"Kemudian juga meninggal dalam keadaan covid maka ini juga Insya Allah pendapat ulama umumnya mati syahid," pungkas Ustadz Khalid.***

Editor: Ayunda Lintang Pratiwi

Sumber: Instagram @bpptkg republika

Tags

Terkini

Terpopuler