Kursi Kosong Menjawab Buruknya Penanganan Covid-19, Najwa Shihab: Pak Terawan Mundur Saja, Siap?

- 29 September 2020, 08:30 WIB
Sarkasme Terhadap Menkes Terawan, Najwa Shihab 'Wawancarai Kursi Kosong.'
Sarkasme Terhadap Menkes Terawan, Najwa Shihab 'Wawancarai Kursi Kosong.' /Youtube Mata Najwa/

PR PANGANDARAN – Pada 28 September 2020, Najwa Shihab dalam akun Instagramnya @najwashihab mengunggah video sesi acara Mata Najwa bertajuk #MataNajwaMenantiTerawan.

Najwa bertanya dan terus bertanya tanpa ada yang menjawabnya. Ia hanya berhadapan dengan kursi hitam yang kosong.

Tapi nyatanya ia tidak gila. Dirinya, juga seluruh masyarakat Indonesia hanya sedang menanti kehadiran dan jawaban dari seseorang yang tak kunjung datang. Ya, seseorang itu adalah Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto.

Baca Juga: Covid-19 Semrawut, Isu Rombak Kabinet Indonesia Maju Kian Hangat, Begini Kata Pratikno

“Mengapa menghilang Pak?” ucap Najwa sebagai pertanyaan pembuka.

Tanpa ada jawaban karena memang objek yang ia tanyai tak ada di studio bersamanya. Najwa melanjutkan dengan pertanyaan soal pentingnya seorang menteri hadir di muka publik.

“Anda minim muncul di depan publik memberi penjelasan selama pandemi. Rasanya menteri kesehatan yang paling low profile di seluruh dunia selama wabah ini hanya menteri kesehatan Republik Indonesia. Atau kehadiran menteri kesehatan di muka publik memang Anda rasa tidak terlalu penting?”

Baca Juga: Solusi Babak Belur Ekonomi Akibat Covid-19, Pakar: 'Kesehatan' Wajib Berada di Lintasan Titik Panas

Pertanyaan demi pertanyaan terus Najwa lontarkan, meski masih juga belum mendapat jawaban.

Mulai dari klarifikasi soal pendapat awal Menteri Terawan yang seakan menganggap sepele Covid-19, angka kematian tenaga kesehatan yang tinggi dan masih terus meningkat, hingga soal data yang menunjukkan bahwa Kemenkes menjadi cluster Covid-19 perkantoran terbesar di Jakarta.

Najwa pun mencontohkan pengalaman negara-negara lain sebagai pembanding, yang menteri kesehatannya mundur karena gagal menangani wabah corona.

Baca Juga: Merchant Baru ShopeePay Minggu ini Penuh dengan Fesyen dan Makanan Lezat

“Pak Terawan, ada banyak menteri kesehatan yang mundur karena penanganan Covid-19. Misalnya menteri kesehatan New Zealand, Ceko, Polandia, Brasil, Chili, Pakistan, Israel public health director-nya mundur, Kanada public health agency presidennya mundur. Pertanyaan saya Pak, apakah penanganan kita lebih baik dari negara-negara yang menkesnya mundur itu?” tanya Najwa.

Rentetan contoh itu ia timpal dengan sebuah pernyataan sekaligus pertanyaan yang akan mengejutkan bagi siapa saja yang menyaksikannya.

“Yang jelas, bukan hanya desakan ke presiden, tapi publik, di antaranya lewat petisi, meminta kebesaran hati Anda untuk mundur saja. Siap mundur Pak?” tanya Najwa yang lagi-lagi tanpa balas.

Baca Juga: Bersenjatakan Spanduk dan Karton, Ratusan Pedagang Pasar Baru Bandung Tolak Penutupan Jalan

Dalam keterangan unggahan tersebut, Najwa mengungkapkan bahwa meminta kehadiran pejabat publik untuk menjelaskan kebijakannya merupakan hal yang wajar di alam demokrasi.

Teman-teman, cukup banyak alasan mengapa diperlukan kehadiran pejabat negara untuk menjelaskan kebijakan yang berimbas kepada publik. Mengundang dan/atau meminta pejabat untuk menjelaskan kebijakan yang diambilnya adalah tindakan normal di alam demokrasi,” tulisnya dalam akun Instagram @najwashihab pada Senin, 28 September 2020.

Sebelumnya, Mata Najwa telah berkali-kali mengirim surat kepada Menteri Terawan untuk hadir dalam acaranya. Namun, hingga kini yang bersangkutan belum juga menanggapi surat tersebut.***

Editor: Ayunda Lintang Pratiwi

Sumber: YouTube Sobat Dosen Instagram @bpptkg


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah