Bukan Berdasarkan Suara Populer, Ternyata Ada Rahasia di Balik Kemenangan Presiden AS Terpilih

- 3 November 2020, 08:12 WIB
Donald Trump dan Joe Biden.*
Donald Trump dan Joe Biden.* /Instagram.com/@realdonaldtrump/@joebiden/

PR PANGANDARAN – Banyak orang yang bahkan bukan bagian dari negara Amerika Serikat (AS) mulai dibuat penasaran perihal sistem pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020.

Amerika Serikat memiliki ketentuan khusus yang mengatur sistem pemilihan presiden yang berbeda dengan di Indonesia.

Dilansir PikiranRakyat-Pangandaran.com dari Gulf News, presiden dikatakan menang bukan berdasarkan suara terpopuler, namun melalui sistem yang dikenal dengan sebutan Electoral College.

Baca Juga: Tiga Hari Lebih Cepat dari Batas Pengesahan, Jokowi Resmi Teken Undang-Undang Cipta Kerja

Suara elektoral adalah orang-orang yang memenuhi kualifikasi untuk memberikan suara kepada semua dari 50 negara bagian di District of Columbia berdasarkan jumlah populasi.

Pemberi suara memiliki kualifikasi agar dapat menggunakan hak pilihnya seperti harus warga negara Amerika Serikat, memenuhi persyaratan untuk tinggal di negara bagian dan berusia minimal 18 tahun pada saat atau sebelum memberikan suaranya.

Terdapat 538 suara elektoral sistem pemilihan presiden di Amerika Serikat. Angka tersebut diperoleh dari hasil penambahan dari 435 perwakilan, 100 senator dan 3 hari District of Columbia.

Baca Juga: Joe Biden Merasa Terganggu, Pendukung Trump Kepung Bus Biden-Harris Sambil Mengibarkan Bendera

Target perolehan jumlah suara harus lebih dari setengah suara elektoral yakni 270 atau lebih agar dinyatakan menang.

Pada 2016, Presiden Donald Trump kehilangan suara rakyat nasional, namun berhasil mengamankan 304 suara elektoral menjadi 227.

Hal ini terjadi lantaran kebanyakan orang Amerika Serikat memilih bukan berdasarkan dengan pilihannya, tetapi loyalitas partai.

Baca Juga: Nama 'Muhammad Rocky Gerung' Bikin Geger, Netizen: Jiwanya Tulus dan Netral untuk Sebuah Makna

Secara teknis, kebanyakan orang Amerika Serikat ini telah berjanji untuk memberi dukungan pada kandidat dengan suara terbanyak. Satu suara adalah untuk setiap pemilih di Electoral College.

Setiap negara akan mendapat jumlah elektor tertentu berdasarkan ukuran populasinya.

Sebagai contoh, Anda memiliki 55 pemberi suara elektoral di California. Apabila lawan Anda mendapatkan lebih dari 55, lawan Anda menang. 55 pemberi suara akan berpindah alih ke lawan Anda. Dengan kata lain, jumlah 55 pemberi suara menjadi miliki lawan Anda dan begitu sebaliknya.

Baca Juga: Berlangsung Mulai Hari Ini! Berikut Jadwal Pemilihan hingga Pelantikan Presiden Amerika Serikat 2020

Itulah alasan kandidat ingin memenangi suatu negara dengan sistem pemungutan suara Electoral College.

Terdapat enam negara yang memiliki pemilih terbanyak yaitu California (55), Texas (38), New York (29), Florida (29), Ilinois (20), dan Pennsylvania (20).

Hampir semua kecuali dua negara bagian itu menggunakan pendekatan ‘pemenang-ambil-semua’.

Baca Juga: Kecam Pernyataan Macron, Ormas Islam Demo Kedubes Prancis dan 10 Anak Diamankan Gegara Bawa Pistol

Kandidat dengan jumlah suara terbanyak di negara bagian, maka semua suara elektoralnya akan didapatkannya.

Pengecualian untuk dua negara seperti Maine dan Nebraska yang menggunakan sistem yang lebih kompleks dan mengakibatkan semua suara elektoral gabungan akan dibagi menjadi dua yakni untuk Donald Trump dan Joe Biden.

Inilah rahasia kemenangan presiden terpilih yang memfokuskan kepada sistem pemilihan Electoral College untuk melakukan pendekatan dengan negara bagian agar hasil pemungutan suara menjadi lebih banyak. ***

Editor: Nur Annisa

Sumber: Gulf News


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah