Pemilu AS 2020 di Depan Mata, Gracia Hillman Prediksi Donald Trump Menang Mayoritas Suara Elektoral

- 23 Oktober 2020, 10:13 WIB
Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump /@RealDonaldTrump/Twitter

PR PANGANDARAN – Sebelumnya debat calon Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) antara Mike Pence dan Kamala Harris telah menarik hingga 57,9 juta pasang mata pemirsa di televisi.

Menurut data dari Nielsen yang dirilis pada Jumat, 9 Oktober 2020 ini merupakan peningkatan yang cukup besar dari debat pra-pemilihan serupa pada tahun 2016 lalu.

Jumlah angka penonton untuk acara debat yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2020 malam di Salt Lake City, Utah-Amerika Serikat itu termasuk tontonan orang-orang di 18 jaringan.

Baca Juga: Khawatir dengan Peran Tiongkok Kuasai Ekonomi Dunia, Menlu AS Mike Pompeo akan Sambangi Indonesia

Penghitungan tersebut 36 persen lebih tinggi dari empat tahun lalu, ketika 37 juta orang menonton untuk melihat debat cawapres Amerika Serikat antara Mike Pence serta Tim Kaine dari Partai Demokrat.

Selama 90 menit acara berlangsung yang syarat akan kebijakan, Mike Pence dan Kamala Harris saling berselisih satu sama lain tentang penanganan pandemi Covid-19 di AS oleh pemerintahan Donald Trump.

Debat calon Wakil Presiden biasanya menarik lebih sedikit penonton daripada debat antara calon Presiden.

Baca Juga: Singgung Soal Tiongkok hingga Rusia, Inilah Hasil di Balik Pertemuan Prabowo dan Pentagon di AS

Di sisi lain, menurut CEO G.M. Hillman & Associates yaitu Gracia Hillman memperkirakan bahwa Donald Trump akan memenangi mayoritas suara elektoral dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun ini.

"Iya itu mungkin, Donald Trump mendapatkan mayoritas atau hasil maksimal suara elektoral dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini," ujar Gracia Hillman dalam sesi wawancara kepada media di Jakarta, Kamis 22 Oktober 2020 dikutip dari Reuters.

Namun, ia memprediksi selisih suara elektoral antara Donald Trump dengan Joe Biden sangat dekat.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Jokowi akan Memimpin Indonesia dalam Tiga Periode? Tinjau Kebenarannya

Pemilihan presiden Amerika Serikat sesungguhnya menerapkan sistem electoral college yang tersebar di 50 negara bagian.

Dengan menggunakan sistem suara elektoral, calon Presiden yang berhasil memenangkan suara mayoritas secara nasional (voting populer) tidak langsung menjadi pemenang. Hal itu disebabkan kemenangan kandidat calon presiden ditentukan suara elektoral.

"Terkait sistem suara elektoral, kami tidak yakin akan mengubah sistem itu dalam Pilpres AS, karena menurut pendiri hal itu cara terbaik untuk memilih presiden," ujar Gracia Hillman.

Baca Juga: Beri Ultimatum PM Thailand untuk Mundur dalam 3 Hari, Demonstran: Pertarungan Kita Belum Berakhir

Empat tahun yang lalu, tepatnya Pemilu 2016 merupakan suatu pengingat yang menguatkan bahwa kursi Presiden Amerika Serikat dimenangkan atau dikalahkan di negara bagian serta bukan dalam pemilihan umum secara nasional.

Padahal Donald Trump kalah secara nasional dengan hanya memenangkan sebanyak 2,9 juta suara (2,1 persen dari jumlah total suara) saat memenangkan mayoritas suara elektoral.

Berkaca dari hal itu, terkait tentang korelasi antara hasil debat dengan elektabilitas masing-masing kandidat, Gracia Hillman mengatakan debat calon Presiden dan Wakil Presiden dapat ikut serta mempengaruhi elektabilitas para kandidat yang mengikuti Pemilu.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari ini: Leo Kecewa Gegara Terlalu Berharap, Capricorn Kendalikan Amarahmu!

"Seberapa besar pengaruhnya itu tergantung seberapa jauh para kandidat mengatasi isu yang diajukan dalam sesi debat. Jadi tergantung kepada isu dan bagaimana para kandidat menanggapi isu itu," kata Komisaris Komisi Bantuan Pemilu Amerika Serikat.

Terakhir, Gracia Hillman mengingatkan bahwa debat capres maupun cawapres akan sangat bermanfaat serta informatif bagi warga Amerika Serikat untuk memilih tentang siapa pilihan calon Presiden yang menurut mereka pantas memimpin Amerika Serikat selanjutnya selama empat tahun kedepan.***

Editor: Nur Annisa

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Rekomendasi

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah