Draf Akhir Siap Diserahkan ke Presiden Jokowi, Intip Berapa Jumlah Halaman Final UU Cipta Kerja

13 Oktober 2020, 18:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.* /Antara Foto/Wahyu Putro A.

PR PANGANDARAN - Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengumumkan jumlah draf akhir Undang-Undang Cipta Kerja pada kesempatan Konferensi pers DPR RI, Selasa, 13 Oktober 2020.

Azis mengatakan bahwa di tengah-tengah beredarnya kabar di masyarakat tentang jumlah halaman draf yang berubah-ubah, draf tersebut kini telah final.

"Simpang siur mengenai jumlah halaman ada yang seribu sekian, ada yang 900 sekian, secara resmi kami lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, berdasarkan laporan dari Bapak Sekjen, netting jumlah halaman sebanyak 812 halaman," tutur Azis seperti dilansir PikiranRakyat-Pangandaran.com dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Baca Juga: KAMI Tegas Bantah Tak Terlibat Kerusuhan Tolak Omnibus Law, Ahmad Yani: KAMI ini Gerakan Moral

Berkaitan dengan jumlah halaman yang berubah-ubah, menurut Azis, hal itu dikarenakan adanya mekanisme pengetikan dan editing yang terus dilakukan dalam rangka penyempurnaan draf.

"Kami sampaikan kepada khalayak masyarakat, melaluisahabat-sahabat wartawan pada sore hari ini.  Bahwa mengenai jumlah halaman, itu adalah mekanisme pengetikan dan editing," katanya.

Adapun kemudian jumlah halamannya berkurang dari yang sebelumnya lebih banyak hingga mencapai seribu halaman, menurutnya disebabkan oleh perubahan jenis kertas ketika pengetikan awal dan ketika pengetikan akhir.

Baca Juga: Syahganda Nainggolan Tak Sendiri, 7 Orang dari Petinggi dan Anggota KAMI Diciduk Bareskrim Polri

"Tentang kualitas dan besarnya kertas dari pada yang diketik. Proses yang ada dilakukan di Baleg (Badan Legislatif), itu menggunakan kertas biasa, tapi pada saat sudah masuk dalam tingkat dua, proses pengetikannya masuk di kesekjenan, dia menggunakan legal paper yang sudah menjadi syarat, ketentuan-ketentuan di dalam undang-undang," jelasnya.

Perubahan jenis kertas tersebut, lanjut Azis, kemudian memengaruhi terhadap tebal dan tipisnya dari jumlah total draf UU Cipta Lapangan Kerja beserta penjelasannya.

"Sehingga besar, tipisnya, ada yang berkembang seribu sekian, ada yang tiba-tiba 900 sekian. Tapi setelah dilakukan pengetikan secara final berdasarkan legal drafter yang ditentukan di dalam kesekjenan dan mekanisme, total jumlah pasal dan kertas halaman hanya sebesar 812 halaman. Berikut undang-undang dan penjelasan undang-undang cipta kerja," ungkapnya.

Baca Juga: Dinyatakan Negatif Covid-19, Donald Trump Langsung Kampanye Susul Keunggulan Joe Biden

Sedangkan bila tanpa penjelasan, jumlah halaman draf yang berisi UU Cipta Lapangan Kerja saja hanya setengah dari jumlah total halaman draf.

"Kalau sebatas pada undang-undang Cipta Kerja, hanya sebatas 488 halaman. Ditambah penjelasan jadi 812 halaman," ucapnya.

Drama Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja terus bergulir hingga menyinggung soal jumlah halaman draf.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Hampir 70 Mahasiswa di Tiongkok Terjangkit Norovirus

Hal tersebut mencuat sebab belum selesainya proses pengetikan dan editing sehingga kini publik belum dapat mengakses draf yang telah final.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar mengatakan bahwa draf RUU Cipta Lapangan Kerja berjumlah total 905 halaman.

Namun ketika dilakukan proses teknis terakhir, berisi 1.035 halaman yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo setelah melalui proses finalisasi terlebih dahulu oleh Badan Legislasi DPR RI.

 

***

Editor: Nur Annisa

Sumber: Kompas TV

Tags

Terkini

Terpopuler